senang nyer dalam hati dapat seorang awek kat dalam wad 2A kat Hospital Jasin....
nama nyer kena rahsia,,,, bahaya!!!!!!!!!!!!!!!!heehhheehehehehehehehehehehehehe............
cuma my frend yang tahu......orng yang k'dua sifu..... iaitu Mas Idayu, Ziana Zain. Orng yang k'tiga iaitu kwn aq, iaitu anne nabilan nabila mentor....k lah aq nak blah ,,,, kita jumpa lain k...bye ...
mahsa university collge
Sunday, October 10, 2010
Saturday, September 18, 2010
SELAMAT HARI RAYA AIDILFITRI.......
Selamat Hari Raya Aidilfitri kepada semua sahabat yg berada di kolej. Di samping itu juga,saya ingin mengucapkan Salam Lebaran buat semua pensyarah- pensyarah yg berada di kolej.......
huhuhuhu.............................. hari yg mulia ini, saya rasa amat sedih kerana di negara jiran yg beragama dengan kita kurang bekalan untuk hidup......sperti,pakaian,ubat-ubat,pendidikan, dan seumpama dgnnya...... huhuhuhuhu...tapi saya berasab"syukur dn kehadrat illahi kerana di negara kita tidak ada peperangan yg sama dengn saudara di negara jiran.......kita seharusnyaberdoa agar merekaberada dalamsihat walafiat....... setakat sinisaja kita bertemu semoga dilain masa kita berjumpa.......... bye..........................................................................................
huhuhuhu.............................. hari yg mulia ini, saya rasa amat sedih kerana di negara jiran yg beragama dengan kita kurang bekalan untuk hidup......sperti,pakaian,ubat-ubat,pendidikan, dan seumpama dgnnya...... huhuhuhuhu...tapi saya berasab"syukur dn kehadrat illahi kerana di negara kita tidak ada peperangan yg sama dengn saudara di negara jiran.......kita seharusnyaberdoa agar merekaberada dalamsihat walafiat....... setakat sinisaja kita bertemu semoga dilain masa kita berjumpa.......... bye..........................................................................................
Tuesday, July 27, 2010
Tuesday, July 20, 2010
HARI YANG MENYEDIHKAN.........
HARI INI, Hri yang menyedhka bagi aku dan rakan sekelas aku....kerana seorang pensyra yang aku paling suka telah tamat mengajar pada hari nie........beliau ialah MR.BART seorang tenaga pengajar yang aku paling suka. belau mengajar komunkasi di dalam kelas aku........ belau serang periang, bukan gila yer.....seorang yang penyayang, seorang yang bijak....... setiap kali beliau masuk ke dalam kelas, mesti dia buat lawak........kami semua beruntung dapat belajar dengan beliau...... tapi..........susah aku nak katakan........ pagi tadi, apabila diamasuk di dalam kelas dengan wajah yang sukar untuk menerima..... pagi adi beliau mengatakan kepada kami......yang beliau telah tamat mengajar pada hari nie......pada mulanya kai semua ukar untuk merima berita tapi apaka daya.......untuk menceriakan hati beliau kami semua buat satu show......ia satu presentatio tapi dalam kai membetangkan aisgnment kami kami buat lawak dengan beliau. kumpulan kami buat satu video iklan...dalam masa 2 minit kami membentangkan kepada semua orang yang berada di dalam kelas......... kupula kami embuat satu video iklan yang bertaju fresh fish.......dala video , kai membuat dengan 3D.... iaitu menggunakan jari tangan......beliau sunggu tertarik hati lalu dia memanggil aku......dia memint pendrive pada aku.......aku pikirkan, apa yang dia nak buat..... sekali dia nak smpan video kam 2di dalam laptop dia......dia mengatakan pada aku, video nie sungguh tk disangka-sangkakan........dala asa 1 hari ie kami membuat lawak deng beliau.......dan tiba saat kemucaknya, beliau ingin mengatakan"SELAMAT TINGGAL" pada kami....hat kam sunguh sedih.........sebelum beliau kweluar kelas, ai sempatbergambar dengan beliau........semua raka-rakan ku bergambar dengan beliau.....................
selepas dia keluar kelas ami sempat mengucapkan" GOOD BYE MR BART".... saya berjanji pada diri saya yang saya aka jumpa beliau pada suatu hari nanti.....................
selepas dia keluar kelas ami sempat mengucapkan" GOOD BYE MR BART".... saya berjanji pada diri saya yang saya aka jumpa beliau pada suatu hari nanti.....................
Wednesday, June 30, 2010
BERCINTA KERANA ALLAH........
KETAHUILAH bahwa bercinta karena Allah adalah bagian dari konsekuensi dan kesempurnaan cinta kepada-Nya, dan bukan yang merusak cinta tersebut. karena konsekuensi dari mencintai Kekasih adalah mencintai apa yang dicintainya dan menyenangi segala hal yang menopang pencapaian keridhaan dan kedekatan dengan-Nya. Di antaranya adalah mencintai para Nabi, orang shalih, dan berbagai amal shalih. Mencintai hal-hal di atas adalah bagian dari kesempurnaan cinta kepada Allah.
Seorang mukmin tak mungkin tidak mencintai apa yang bisa membantunya mencapai ridha Allah dan membawanya kepada cinta dan kedekatan dengan-Nya.
Jika Anda mencintai seseorang karena Allah sebenarnya Anda mencintai Allah. Tiapkali Anda membayangkannya dalam hati Anda, maka sesungguhnya Anda membayangkan apa yang dicintai Allah, lalu Anda mencintainya. Sebagaimana jika Anda mengingat Nabi saw., para Nabi dan Rasul sebelumnya, dan para sahabatnya yang shalih, lalu Anda menggambarkan mereka di hati anda, maka sebenarnya hal itu membawa hati Anda kepada cinta Allah yang dikaruniakan pada mereka manakala Anda mencintai mereka karena Allah.
Jadi, sesuatu yang dicintai karena Allah akan membawa kepada cinta Allah. Bila seorang pencinta Allah mencintai seseorang karena Allah, maka sesungguhnya Allah adalah yang dicintainya. Ia ingin membawa kekasihnya kepada Allah. Dan keduanya, baik pencinta maupun yang dicintai karena Allah, masing-masing menghela menuju Allah.
Cinta karena Allah ini tidak terwujud kacualijika telah bersih dari kepentingan. Orang yang mencintai seseorang karena pemebrian yang diterimanya, sebenarnya ia hanya mencintai pemberian tersebut. dan bila ada yang mengatakan bahwa ia mencintai orang yang memberinya itu karena Allah maka dustalah ia.
Demikian pula orang yang mencintai seseorang karena dia menolongnya, maka sesungguhnya ia hanya mencintai pertolongan, dan bukan orang yang menolongnya. Semua itu termasuk tindakan mengikuti apa yang diinginkan oleh nafsu. Karena hakikatnya ia tidak mencintai, melainkan karena ingin memperoleh manfaat atau menolak bahaya. Maka ia hanya mencintai perolehan manfaat dan penolakan bahaya.
Ia hanya mencintai hal tersebut karena keberadaannya sebagai sarana untuk sampai kepada apa yang dicintainya. Ini bukan cinta kepada Allah, juga bukan cinta kepada apa yang dicintainya itu, melainkan cinta pada kepentingan, yang bisa lenyap bersamaan dengan lenyapnya kepetingan. Sesungguhnya orang yang menyayangimu karena karena suatu hal, maka ia akan berpaling darimu jika hal tersebut lenyap.
Kecintaan seperti ini kerap terjadi di antara seseorang dengan sesamanya. Dan cinta ini tidak diberi pahala di akhirat dan tidak bermanfaat bagi mereka, bahkan bisa jadi hal tersebut membawa kepada kemunafikan sehingga mereka menjadi teman-teman dekat yang saling bermusuhan di akhirat. Namun hal itu tidak terjadi pada orang-orang yang bertakwa.
Allah berfirman: “Teman-teman akrab hari itu sebagiannya menjadi musuh bagi sebagian yang lain, kecuali orang-orang yang bertakwa” (az-Zukhruf [43]: 67).
Tapi jika cinta itu bersemi karena orang yang dicintai tersebut seorang muslim yang shalih, dan mendorong orang-orang yang saling bercinta itu untuk bangkita menuju Allah, saling berwasiat dengan kebanaran dan kesabaran, saling bekerja sama melakukan kebaikan, dzikir, dakwah dan menuntut ilmu, maka hal itu adalah cinta karena Allah. Nabi Musa berkata—sebagaimana yang direkam al-Qur’an:
“Wahai Rabbku, lapangkanlah dadaku, mudahkanlah untukku urusanku, dan lepaskanlah kekakuan dari lidahku, agar mereka paham ucapanku, dan jadikanlah untukku seorang pembantu dari keluargaku, (yaitu) Harun saudaraku. Kokohkan dengannya kekuatanku, dan jadikanlah ia sekutu dalam urusanku” (Thaha [20]: 25-35).
Kemudian Nabi Musa menjelaskan tujuan kerja samanya dengan saudaranya tersebut—sebagaimana yang disebutkan dalam lanjutan ayat itu:
“Agar kami banyak bertasbih kepada Engkau, dan banyak mengingat Engkau. Sesungguhnya Engkau adalah Maha Melihat (keadaan) kami”
Seorang mukmin tak mungkin tidak mencintai apa yang bisa membantunya mencapai ridha Allah dan membawanya kepada cinta dan kedekatan dengan-Nya.
Jika Anda mencintai seseorang karena Allah sebenarnya Anda mencintai Allah. Tiapkali Anda membayangkannya dalam hati Anda, maka sesungguhnya Anda membayangkan apa yang dicintai Allah, lalu Anda mencintainya. Sebagaimana jika Anda mengingat Nabi saw., para Nabi dan Rasul sebelumnya, dan para sahabatnya yang shalih, lalu Anda menggambarkan mereka di hati anda, maka sebenarnya hal itu membawa hati Anda kepada cinta Allah yang dikaruniakan pada mereka manakala Anda mencintai mereka karena Allah.
Jadi, sesuatu yang dicintai karena Allah akan membawa kepada cinta Allah. Bila seorang pencinta Allah mencintai seseorang karena Allah, maka sesungguhnya Allah adalah yang dicintainya. Ia ingin membawa kekasihnya kepada Allah. Dan keduanya, baik pencinta maupun yang dicintai karena Allah, masing-masing menghela menuju Allah.
Cinta karena Allah ini tidak terwujud kacualijika telah bersih dari kepentingan. Orang yang mencintai seseorang karena pemebrian yang diterimanya, sebenarnya ia hanya mencintai pemberian tersebut. dan bila ada yang mengatakan bahwa ia mencintai orang yang memberinya itu karena Allah maka dustalah ia.
Demikian pula orang yang mencintai seseorang karena dia menolongnya, maka sesungguhnya ia hanya mencintai pertolongan, dan bukan orang yang menolongnya. Semua itu termasuk tindakan mengikuti apa yang diinginkan oleh nafsu. Karena hakikatnya ia tidak mencintai, melainkan karena ingin memperoleh manfaat atau menolak bahaya. Maka ia hanya mencintai perolehan manfaat dan penolakan bahaya.
Ia hanya mencintai hal tersebut karena keberadaannya sebagai sarana untuk sampai kepada apa yang dicintainya. Ini bukan cinta kepada Allah, juga bukan cinta kepada apa yang dicintainya itu, melainkan cinta pada kepentingan, yang bisa lenyap bersamaan dengan lenyapnya kepetingan. Sesungguhnya orang yang menyayangimu karena karena suatu hal, maka ia akan berpaling darimu jika hal tersebut lenyap.
Kecintaan seperti ini kerap terjadi di antara seseorang dengan sesamanya. Dan cinta ini tidak diberi pahala di akhirat dan tidak bermanfaat bagi mereka, bahkan bisa jadi hal tersebut membawa kepada kemunafikan sehingga mereka menjadi teman-teman dekat yang saling bermusuhan di akhirat. Namun hal itu tidak terjadi pada orang-orang yang bertakwa.
Allah berfirman: “Teman-teman akrab hari itu sebagiannya menjadi musuh bagi sebagian yang lain, kecuali orang-orang yang bertakwa” (az-Zukhruf [43]: 67).
Tapi jika cinta itu bersemi karena orang yang dicintai tersebut seorang muslim yang shalih, dan mendorong orang-orang yang saling bercinta itu untuk bangkita menuju Allah, saling berwasiat dengan kebanaran dan kesabaran, saling bekerja sama melakukan kebaikan, dzikir, dakwah dan menuntut ilmu, maka hal itu adalah cinta karena Allah. Nabi Musa berkata—sebagaimana yang direkam al-Qur’an:
“Wahai Rabbku, lapangkanlah dadaku, mudahkanlah untukku urusanku, dan lepaskanlah kekakuan dari lidahku, agar mereka paham ucapanku, dan jadikanlah untukku seorang pembantu dari keluargaku, (yaitu) Harun saudaraku. Kokohkan dengannya kekuatanku, dan jadikanlah ia sekutu dalam urusanku” (Thaha [20]: 25-35).
Kemudian Nabi Musa menjelaskan tujuan kerja samanya dengan saudaranya tersebut—sebagaimana yang disebutkan dalam lanjutan ayat itu:
“Agar kami banyak bertasbih kepada Engkau, dan banyak mengingat Engkau. Sesungguhnya Engkau adalah Maha Melihat (keadaan) kami”
Bismillahir-Rahmanir-Rahim
Allahu la ilaha illa Huwa, Al-Haiyul-Qaiyum La ta'khudhuhu sinatun wa la nawm, lahu ma fis-samawati wa ma fil-'ard Man dhal-ladhi yashfa'u 'indahu illa bi-idhnihi Ya'lamu ma baina aidihim wa ma khalfahum, wa la yuhituna bi shai'im-min 'ilmihi illa bima sha'a Wasi'a kursiyuhus-samawati wal ard, wa la ya'uduhu hifdhuhuma Wa Huwal 'Aliyul-Adheem.......
Allahu la ilaha illa Huwa, Al-Haiyul-Qaiyum La ta'khudhuhu sinatun wa la nawm, lahu ma fis-samawati wa ma fil-'ard Man dhal-ladhi yashfa'u 'indahu illa bi-idhnihi Ya'lamu ma baina aidihim wa ma khalfahum, wa la yuhituna bi shai'im-min 'ilmihi illa bima sha'a Wasi'a kursiyuhus-samawati wal ard, wa la ya'uduhu hifdhuhuma Wa Huwal 'Aliyul-Adheem.......
AYAT SERIBU DINAR
Mafhumnya:
Barangsiapa yang bertakwa kepada Allah, nescaya Allah akan lepaskan ia dari masalah hidup Dan diberikannya rezeki dari sumber yang tidak diduga. Dan barangsiapa yang bertawakkal kepada Allah, nescaya Allah akan mencukupkan keperluannya. Sesungguhnya Allah melaksanakan urusan ( yang dikehendaki ) Nya. Sesungguhnya Allah telah mengadakan ketentuan bagi tiap-tiap sesuatu.Ayat Seribu Dinar adalah ayat suci Al-Quran yang dipetik dari surah Al-Talaaq, dari ayat dua dan tiga. Diceritakan bahawa seorang saudagar telah membayar sebanyak seribu dinar untuk mendapat ayat ini yang dikatakan fadhilatnya ialah dapat menyelamatkan pembacanya dari malapetaka. Di dalam perjalanan pulang, kapal saudagar ini telah dipukul ombak dan beliau terus membaca ayat tersebut. Dengan izin Allah swt.hanya beliau seorang saja yang terselamat dari bencana itu.Di antara khasiat dan fadhilat Ayat Seribu Dinar ini ialah:1. Dibaca bila kita hendak bertawakkal terhadap sesuatu perkara
2. Menghilangkan keresahan bila dibaca di waktu resah
3. Dibaca ketika hendak menaiki kenderaan
4. Dan ketika dirasakan perlu
Wassalam
Barangsiapa yang bertakwa kepada Allah, nescaya Allah akan lepaskan ia dari masalah hidup Dan diberikannya rezeki dari sumber yang tidak diduga. Dan barangsiapa yang bertawakkal kepada Allah, nescaya Allah akan mencukupkan keperluannya. Sesungguhnya Allah melaksanakan urusan ( yang dikehendaki ) Nya. Sesungguhnya Allah telah mengadakan ketentuan bagi tiap-tiap sesuatu.Ayat Seribu Dinar adalah ayat suci Al-Quran yang dipetik dari surah Al-Talaaq, dari ayat dua dan tiga. Diceritakan bahawa seorang saudagar telah membayar sebanyak seribu dinar untuk mendapat ayat ini yang dikatakan fadhilatnya ialah dapat menyelamatkan pembacanya dari malapetaka. Di dalam perjalanan pulang, kapal saudagar ini telah dipukul ombak dan beliau terus membaca ayat tersebut. Dengan izin Allah swt.hanya beliau seorang saja yang terselamat dari bencana itu.Di antara khasiat dan fadhilat Ayat Seribu Dinar ini ialah:1. Dibaca bila kita hendak bertawakkal terhadap sesuatu perkara
2. Menghilangkan keresahan bila dibaca di waktu resah
3. Dibaca ketika hendak menaiki kenderaan
4. Dan ketika dirasakan perlu
Wassalam
Subscribe to:
Posts (Atom)